WELCOME !!

Terima Kasih telah membuka situs blog ini. Selamat Membaca Guys!!.

WORDS

Mulailah harimu dengan motivasi dari kata - kata yang bermakna.

SOCIAL

Kita harus mampu berkomunikasi dengan satu sama lain, walaupun memiliki budaya, umur ataupun sudut pandang yang berbeda.

TEAM WORK

Ciptakan suatu team terbaik dimana mampu menerima pendapat satu sama lain.

PRESENT

Tunjukkan hasil terbaik yang telah kita capai.

Selasa, 15 Desember 2015

INDUSTRI BERBASIS REVITALISASI AIR BERSIH


Berbicara mengenai kebutuhan manusia saat ini tentu tidak akan ada habisnya, manusia tidak akan pernah puas atas apa yang telah didapatkannya. Namun, ada satu hal yang dibutuhkan manusia didunia ini, dimana kebutuhan ini sangatlah mendasar dan  menurut saya secara pribadi merupakan yang terpenting untuk makhluk hidup seperti kita yaitu, “AIR”. Pada akhirnya hal inilah yang membuat saya ingin menata industri air terutama di Negara saya sendiri. Namun, sebelum pembahasan menjauh mungkin kita harus tahu dulu asal mula air berasal dan permasalahan air bersih di Indonesia.

v       Asal Mula Air Planet Bumi
         Pada dasarnya asal mula air Planet Bumi ini memiliki cerita yang cukup panjang dan kompleks yang merenggang kembali ke sekitar 13,8 miliar tahun lalu, yaitu beberapa saat setelah terjadinya Big Bang dan bagian penting dari cerita, berpusat pada dua penghuni tata surya, telah hangat diperdebatkan selama beberapa dekade.
Sekitar tiga menit setelah Big Bang, temperatur alam semesta terus menurun menjadi satu milyar Kelvin. Energi kinetik yang dihasilkan temperatur sebesar ini sudah tidak mampu lagi menahan gaya nuklir kuat antara proton dan netron yang selanjutnya, bergabung menjadi inti-inti atom ringan. Proses ini dinamakan sebagai proses nukleosintesis. Salah satu prestasi besar kosmologi modern adalah deskripsi matematis dari proses ini, yang memberikan prediksi akurat untuk kelimpahan kosmik dari inti-inti atom yang paling sederhana yaitu hidrogen, lebih sedikit helium dan hanya beberapa lithium. Terciptanya hidrogen dengan berlimpah ini adalah awal yang tepat dalam perjalanan menuju terciptanya molekul air, tapi bagaimana dengan atom penting lain dari air, yaitu oksigen? Di situlah peran bintang, yaitu sekitar satu miliar tahun setelah Big Bang, bintang-bintang generasi pertama masuk dalam cerita ini. Jauh di dalam interior panas mereka, tungku nuklir bintang-bintang memadukan inti-inti sederhana yang tercipta setelah Big Bang menjadi elemen-elemen yang lebih kompleks, termasuk karbon, nitrogen dan, oksigen. Kemudian, dalam bagian akhir kehidupan bintang, ketika bintang bersupernova ledakannya memuntahkan elemen-elemen ini ke ruang angkasa. Oksigen dan hidrogen bergabung menciptakan H2O. ada juga bagian di mana cerita menjadi sedikit lebih rumit. Molekul-molekul air yang pasti menjadi bagian dari pusaran berdebu yang mengelilingi bintang-bintang generasi kedua (seperti matahari kita) yang baru lahir dan membentuk planet-planet dan obyek-obyek tata surya lainnya. Peristiwa seperti ini dimulai sekitar sembilan miliar tahun setelah Big Bang. Tapi dalam sejarah awal bumi, suhu lingkungan sangat tinggi dan tidak ada atmosfer yang membungkus, menyiratkan bahwa air permukaan akan menguap dan melayang kembali ke angkasa.
Air yang kita miliki saat ini, tampaknya, haruslah ada lama setelah Bumi terbentuk. Pada tata surya kita, selama periode sekitar 4 miliar tahun yang lalu yang disebut Late Heavy Bombardment, obyek-obyek besar, asteroid dan/atau komet menabrak bumi dan planet-planet dalam. Ada kemungkinan bahwa obyek-obyek tersebut mengandung air, dan bahwa tabrakan-tabrakan tersebut bisa menciptakan lautan air yang memenuhi bumi. Namun, pengukuran jarak jauh dari air yang menguap dari beberapa komet besar yang ada (Halley, Hyakutake, dan Hale-Bopp) mengungkapkan bahwa air es mereka dibuat dari berbagai jenis H2O (mengandung isotop Hidrogen yang lebih berat) dari H2O Bumi, menunjukkan bahwa komet ini tidak bisa menjadi sumber air kita. Demikian juga penelitian yang dilakukan oleh misi rosetta terhadap komet 67P/Churyumov-Gerasimenko menunjukkan bahwa jenis hidrogen pada airnya berbeda dengan air bumi. Sejak Agustus wahana antariksa Rosetta mengorbit komet 67P/Churyumow-Gerasimenko.
Kini peneliti Badan Antariksa Eropa (ESA) itu mempublikasikan data pertama hasil analisa terhadap air yang terperangkap di tubuh komet. Hasilnya, air yang membeku di komet Chury berbeda dengan air yang terdapat di permukaan Bumi, tulis tim ilmuwan yang dipimpin oleh Kathrin Altwegg dari Universitas Bern di jurnal ilmiah, Science. Temuan tersebut mengesampingkan komet sebagai sumber air di Bumi. Dalam analisanya, Atlwegg dan timnya meneliti rasio Hidrogen berat dan Hidrogen ringan yang membentuk air jika digabungkan dengan Oksigen. Ketika inti atom Hidrogen ringan cuma memiliki satu Proton, Hidrogen berat alias Deutrium memiliki tambahan Neutron pada inti atomnya. Studi mengungkap, jejak Hidrogen Berat pada Chury berjumlah tiga kali lebih banyak ketimbang di samudera Bumi. Penelitian serupa pada komet lain menemukan jumlah Hidrogen berat yang lebih sedikit. Altwegg mengatakan rasio Hidrogen berat berbeda-beda pada komet dengan jenis yang sama. Seperti misalnya pada komet Haley. Kedua komet terbentuk di Sabuk Kuiper. Namun secara umum, hasil penelitian itu membuktikan bahwa air yang terperangkap di tubuh komet berbeda jauh dengan air di Bumi. Setidaknya air di Bumi tidak berasal dari keluarga komet Churyumov-Gerasimenko, begitu kesimpulan peneliti. Dengan temuan ini dunia sains kembali melirik Asteroid sebagai sumber air di Bumi.
Asal usul air di Bumi sejauh ini belum bisa dijelaskan secara menyeluruh. Teori yang populer menyebut samudera di Bumi terbentuk berkat hantaman komet dan asteroid yang banyak terjadi pada awal pembentukan planet. Penjelasan alternatif adalah bahwa Bumi sejak awal merupakan planet yang kaya air. Teori tersebut dipublikasikan di jurnal Science belum lama ini. Pada Asteoroid Vesta, para peneliti menemukan rasio Hidrogen berat dan Hidrogen ringan yang serupa dengan air di Bumi.
Analisa tersebut menyimpulkan air sudah terbentuk di lingkaran terdalam sistem tata surya muda dalam jumlah besar. Selama ini ilmuwan meyakini air di Bumi berasal dari sabuk Kuiper yang berada di lingkaran terluar. Namun, studi yang lain mengungkap, sebagian air di Bumi berusia lebih tua dari sistem matahari. Agustus silam peneliti dari Carnegie Institution for Science di Washington mengklaim, air di Bumi berawal sebagai awan molekuler di ruang antarbintang yang kemudian membentuk matahari dan planet. Dengan komet besar dicoret daftar, astronom mulai bertanya-tanya apakah mungkin petunjuk tentang air bumi terletak di sabuk asteroid. Wilayah ratusan ribu asteroid yang mengorbit antara planet-planet dalam dan luar tata surya kita ini awalnya diyakini oleh para astronom terlalu dekat dengan matahari untuk menjadi rumah air, namun para astronom menemukan bukti pertama es di asteroid 24 Themis. Penemuan ini diikuti penemuan-penemuan lainnya dari es di asteroid menunjukkan bahwa mungkin ada jauh lebih banyak es di sabuk asteroid daripada yang diperkirakan dan memberikan kemungkinan yang cukup besar, bahwa asteroid-asteroid lah yang merupakan asal air di bumi. Tetapi, analisis saat ini masih didasarkan pada sampel yang terbatas, yang berarti masih ada kemungkinan bahwa kita belum sampai pada kesimpulan akhir.

v       Permasalahan dan Solusi Air Bersih di Indonesia
Jika berbicara air bersih di Indonesia tentu tidak akan ada habisnya dan bahkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNBP) telah menyatakan 12 Provinsi di Indonesia mengalami kekeringan parah, berdasarkan data yang dilansir National Geographic wilayah – wilayah yang mengalami meliputi 77 Kabupaten Kota dan 526 Kecamatan. Bahkan, 20 persen dari penduduk Indonesia meninggal diakibatkan kekurangan air bersih. Tentu sebenarnya saat ini Indonesia tengah berupaya mencari solusi demi solusi untuk menyelesaikan masalah ini diantaranya yaitu, dengan pemanfaatan air hujan seperti analisa dari Teknik Pengairan Universitas Brawijaya, ada juga solusi dengan menggunakan Pompa Hidram (Hidrolik Ram) di area Gunung Rinjani dan juga Indonesia mencoba bekerjasama dengan Perusahaan Australia dimana mereka mengenalkan Teknologi Desenalisasi. Teknologi ini menggunakan tenaga surya dan mencakup Zero Liquid Discharge (ZLD) yang mampu mengubah air yang terkontaminasi dan air laut menjadi air bersih berkualiatas tinggi tanpa meninggalkan emisi gas rumah kaca dan untuk penyulingan  pada limbah hasilnya merupakan kombinasi antara air minum dan garam. Teknologi ini diciptakan  oleh Peter Johnstone dan ia berharap mampu membangun  pabriknya di  Indonesia dengan investasi $10 Juta USD dan untuk  hak patennya sendiri telah digunakan  sampai 26 Negara  yang ada di Didunia ini.


v       Revitalisasi Air Bersih di Indonesia
Melihat paparan diatas tersebutlah yang membuat saya secara pribadi prihatin dan ingin menciptakan perubahan pada Negara Tercinta ini. Saya ketika kelak lulus Teknik Industri sangat ingin menciptakan Perusahaan Industri Berbasis Revitalisasi Air Bersih walaupun hal tersebut akan membutuhkan proses yang sangat panjang dan saya harapkan kelak Pihak Pemerintah mau membantu saya dalam menciptakan Industri besar ini, karena saya yakin untuk menjawab soal “Bagaimana cara menyelesaikan permasalahan kesulitan air bersih di Indonesia ?” maka jawaban yang tepat adalah menciptakan revitalisasi air bersih dengan baik dan mampu menjangkau seluruh Indonesia. Revitalisasi secara definisi menurut saya, ialah proses pembaharuan dan perbuatan untuk menjadi vital. Jadi, Revitalisasi yang saya maksud ialah pembaharuan pada proses produksi dan distribusi atau penyaluran ke seluruh penduduk Negara di Indonesia.
Berdasarkan sedikit paparan mengenai solusi diatas membuat saya berfikir, bukankah dari pada kita bergantung dengan Negara lain alangkah baiknya terutama saya dapat membantu Negara saya sendiri. Dimana, Teknologi Revitalisasi Air Bersih  yang  akan saya buat adalah sebuah teknologi yang pada dasarnya tidak jauh dengan teknologi desenalisasi milik Peter Johnstone yaitu, teknologi yang akan saya buat mencakup Total Dissolved Solids (TDS) dan Zero Liquid Discharge (ZLD). Tentu teknologi yang mampu mencakup dua hal itu akan membuat perubahan besar di Negara Indonesia. Teknologi Revitalisasi Air Bersih yang akan saya buat mampu  mengubah limbah menjadi air bersih seutuhnya tanpa kombinasi juga berkualitas tinggi layaknya milik Peter Johnstone. Pada dasarnya, teknologi ini memang diluar akal orang – orang dan mungkin akan banyak  yang menertawakan ide saya namun, inilah yang ingin saya buat.
Teknologi Revitalisasi Air Bersih ini akan menggunakan teknologi tenaga surya sama halnya milik Peter Johnstone dan tenaga listrik. Mengapa menggunakan dua tenaga yang berbeda? Karena, tujuannya untuk mengoptimalkan kerja mesin. Untuk dari pagi hari sampai petang tentu menggunakan tenaga surya, untuk malam harinya sampai menuju pagi akan menggunakan tenaga listrik tersebut. Pada dasarnya kemampuan dua tenaga tersebut jelas berbeda dan jauh lebih baik tenaga surya dari pada tenaga listrik. Namun, teknologi ini diciptakan untuk terus bekerja dan tanpa henti. Hasil teknologi ini saat menggunakan tenaga surya akan menghasilkan banyak air bersih dengan kualitas yang tinggi, sebaliknya saat menggunakan tenaga cahaya buatan hanya menghasilkan sedikit air bersih dan tetap berkualitas tinggi. Tentu, lebih baik menghasilkan sedikit air bersih dari pada tidak menghasilkan sama sekali. Mengapa mesin harus bekerja terus dan tidak ada hentinya? Pada dasarnya mesin ini  akan ada hentinya itupun hanya disaat untuk perawatan mesin pada teknologi ini, namun saat tidak dalam perawatan maka mesin pada teknologi ini harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Indonesia.
Menghasilkan kualiatas air bersih yang baik membutuhkan beberapa tahap dan saya membuat sistem kerjanya dengan membagi secara empat sektor yang dimana setiap sektor memiliki tahap – tahap pengolahan yang berbeda tergantung tingkat kesulitan pada air yang diolah. Beberapa sektor diantanya, yaitu sektor pertama itu untuk produksi air bersih dari air yang terkontaminasi, sektor kedua itu untuk  produksi air bersih dari air limbah dan untuk sektor ketiga itu untuk produksi air bersih dari air hujan. Hasil dari ketiga sektor itu akan dijadikan menjadi satu wadah dan akan dianalisa dan dilakukan percobaan apakah air ini sudah layak digunakan atau belum layak  digunakan. Hasil yang telah layak digunakan akan didistribusikan, sedangkangkan yang belum layak akan diproses kembali dan dimasukkan ke sektor keempat sampai air tersebut layak digunakan.  Mengapa sumber mata air jernih dan air tanah tidak ikut dilakukan proses pengolahan layaknya air yang lain?  Karena, di Indonesia ada PDAM dan sudah selayaknya itu menjadi tugasnya dan untuk sisa air lainnya biarkan pihak Perusahaan Industri yang saya ciptakan untuk mengolahnya. Tentu pada dasarnya saya sangat berharap agar pihak Pemerintah mau membantu saya dalam membangun Industri ini, karena tentunya tujuannya sama yaitu untuk memberikan kesejahteraan  bagi penduduk  Indonesia.
Industri Teknologi Revitalisasi Air Bersih ini tidak hanya berfokus pada produksi air bersih saja melainkan  juga melakukan pendistribusian air bersih yang telah diolah. Salah satu kendala PDAM saat ini ialah mendistribusikan air bersih ke daerah terpencil. Tentu saja kita tidak bisa menyalahkan PDAM, karena pada dasarnya tingkat kesulitan dalam memasok air bersih diderah terpencil terutama di Indonesia yang pada dasarnya Negara Kepulauan ini mencapai level tersulit. Tidak hanya memasok air bersih bahkan, untuk memasok apapun  seperti halnya Pertamina yang ingin memasok bahan  bakar saja juga kesulitan. Oleh karena itu, Perusahaan Industri yang akan saya ciptakan ini juga punya solusi terhadap distribusi air bersih, yaitu dengan membangun pabrik – pabrik di area terdekat dengan daerah terpencil tersebut dan membuat pipa raksasa dimana pipa raksasa itu akan dibuat secara safety juga dengan sistem kerja seperti Pompa Hidram. Pompa Hidram yang digunakan di Indonesia menggunakan tenaga air dan mampu membuat air naik dari daerah rendah ke daerah tinggi, maka dari itu saya akan berusaha menciptakan Pompa Hidram dengan tenaga surya dan tidak tergantung tergantung dengan tenaga air. “Kenapa saya selalu menggunakan tenaga surya ?” Karena, saya sangat ingin memanfaatkan daerah cuaca panas yang ekstrem di Indonesia. Mungkin hanya inilah paparan yang mampu saya sampaikan dan jika ditanya “Apa yang akan dilakukan setelah menjadi sarjana industri ?”, maka saya akan menciptakan hal diatas. Walapun jika terlihat sepintas yang saya lakukan bukannlah menciptakan melainkan membuat inovasi terbaru yang telah ada dan mampu difungsikan secara efektif dan efisien. Fin !!

Referensi :
Admin. “Darurat Kekeringan : Ini 12 Provinsi di Indonesia yang Mengalami Defisit Air”. 15 Desember 2015. http://blog.acd.id/darurat-kekeringan-ini-12-provinsi-di-indonesia-yang-mengalami-defisit-air/
Alifien. “Masyarakat Indonesia Kekurangan Air Bersih”. 16 Desember 2015. www.technology-indonesia.com/energi/konservasi-energi/274-masyarakat-indonesia-kekurangan-air-bersih
Anonymous. “Dari mana Air diBumi Berasal ?”. 2 Desember 2015. http://versesofuniverse.blogspot.co.id/2015/05/darimana-air-di-bumi-berasal.html
Chrisbiyanto, Anton. “Indonesia Butuh Air Bersih”. 2 Desember 2015. http://nasional.sindonews.com/read/862939/18/indonesia-butuh-air-bersih-1399907826
Deni. “Pentingnya Revitalisasi Teknologi Untuk Penyediaan Air Bersih Demi Kelangsungan Hidup Manusia”. 15 Desember 2015. http://deni682.blogdetik.com/2012/12/06/pentingnya-revitalisasi-teknologi-untuk-penyaluran-air-bersih-demi-kelangsungan-hidup-manusia/
Loodrecht, Mark Van. “Water Research (A Journal of The International Water Assosiation)”. 2 Desember 2015. http://www.journals.elsevier.com/water-research/
Prasetijo, Hari., Widandi Soetopo, & Zulkipli. Desember 2012, “Analisa Neraca Air Permukaan  Das Renggung Untuk Memenuhi Kebutuhan Air Irigasi Dan Domestik”. Jurnal Teknik Pengairan Universitas Brawijaya. Volume 3, Nomor 2, http://jurnalpengairan.ub.ac.id/index.php/jtp/article/download/153/149, 2 Desember 2015.
Rzn/vlz. “Dari mana Air diBumi berasal ?”. 2 Desember 2015 .http://www.dw.com/id/dari-mana-air-di-bumi-berasal/a-18125809
Suriyatno, Budi. Januari 2000, "Pengelolaan Air Limbah Yang Berwawasan Lingkungan Suatu Strategi Dan Langkah Penganganannya". Jurnal Teknologi Lingkungan, Volume 1, Nomor 1, ejurnal.bppt.go.id/index.php/JTL/article/download/149/144, 2 Desember 2015.


Rabu, 02 Desember 2015

What do I do then?




       
  Apa yang akan saya lakukan setelah lulus kuliah?? Banyak hal yang ingin saya lakukan dan tentu hal utama yang akan saya lakukan adalah menjadi seorang wirausaha, atau lebih tepatnya jadi pengusaha. Tentu hal itu tidaklah mudah, saya harus membekali diri saya untuk mencapai apa yang saya inginkan dan terlebih lagi untuk menciptakan usaha dibutuhkan modal dan mental. Untuk itu hal utama adalah saya haruslah lulus dengan nilai yang memuaskan dimasa perkuliahan ini, mengapa demikian?? Tentu itu merupakan hal yang sangat penting menurut saya pribadi, karena lulus dengan hasil memuaskan akan menjadi selfpoint tersendiri untuk kita nantinya. Tentunya dimasa perkuliahan ini, sambil mengikuti kegiatan dikampus, saya akan mencari uang dari hal – hal kecil misalnya, muntuk menambah tabungan saya sendiri untuk dijadikan modal ketika saya akan menciptakan bisnis saya dikelulusan nanti. Mengingat ketika saya lulus kuliah nanti, artinya saya akan menghadapi pasar bebas atau kita lebih tepatnya mengenal dengan nama AFTA  dan saya harus siap menghadapi hal itu. Pada persaingan dimasa AFTA nanti akan banyak orang luar negeri akan bekerja disini, bayangkan warga dinegara ini saja masih banyak terjadi persaingan untuk mendapatkan lapangan kerja negeri ini dan hasil persaingan itu ada yang berhasil dan ada juga yang gagal. Orang yang gagal ada yang jadi pengangguran ada juga yang buka usaha. Jika kita berfokus pada yang gagal, artinya Negara ini memiliki pengangguran dan itu cukup mengecewakan, maka apa jadinya jika kita ikut bersaing dengan Negara luar sana pasti akan banyak pengangguran dinegara ini. Oleh karena itulah saya berfikir untuk menciptakan bisnis dengan membuka lapangan kerja untuk mengurangi angka pengangguran di Indonesia saat ini. Walaupun bukan tidak mungkin orang Indonesia mampu bekerja diluar sana dan memperoleh kehidupan yang layak.

            Diatas tadi itu merupakan sedikit pandangan dari saya terhadap masa diakan datang nanti ketika saya lulus kuliah dan akhirnya saya memilih untuk berkarier dengan menciptakan bisnis yang saya inginkan. Menurut saya, menciptakan bisnis itu akan lebih mudah jika kita melakukannya sesuai dengan hobi. Sesuai dengan hobi adalah hal yang terbaik dan yang paling bagus menurut saya, karena menghasilkan uang lewat hobi akan menjadi kepuasan tersendiri dan tidak mudah untuk menyerah. Selain hobi, untuk mempermudah kita dalam menjalankan bisnis adalah dengan memiliki banyak relasi, karena dengan adanya relasi akan mempermudah kita untuk berbisnis dengan kita mampu saling membantu dengannya dan bekerja sama baik dengannya. Saya secara pribadi sangat ingin membuat “Bisnis Property”, menurut saya bisnis property cukup menjanjikan mengingat harga tanah dan bangunan yang terus meningkat dengan sesuai lahan yang stategis dan juga “Ukuran populasi yang dikombinasikan dengan tingkat urbanisasi, akan membuat permintaan properti terus menguat”, menurut Gunawan dari BEI. Oleh karena itu membuat saya benar – benar ingin menciptakan bisini tersebut walaupun bisnis tersebut dibutuhkan modal yang besar dan yang utama adalah mental yang tinggi dengan rasa penuh optimis. Dan jika bisnis itu lancar saya akan menjalaninya sambil mengambil gelar S2 sesuai yang saya harapkan. Gelar S2 yang akan saya ambil kemungkinan antara “Management atau K3” dan saya yakin jurusan yang akan saya ambil nantinya untuk tahap S2 tersebut mampu menyempurnakan gelar “ST” yang akan miliki nantinya. Amin.

Sumber: Arimbi.2015. http://properti.kompas.com/index.php/read/2015/04/09 /090000721/ Indonesia.