Pagi
ini adalah pagi yang indah menurutku, dimana Indonesia memasuki awal baru yaitu
tahun 2015. Di tahun 2015 ini banyak orang membuat resolusi yang pastinya
berbau hal – hal yang positif. Tentu yang menjadi sorotan semua masyarakat di Indonesia
adalah pemerintahan saat ini yang baru saja menyelesaikan Pemilu dan telah
terjadinya pergantian tahta Pimpinan Negara tercinta ini. Dan yang menjadi
pertanyaan para masyarakat adalah apa resolusi yang akan dibuat pemerintahan
terbaru ini? Apakah resolusinya akan memajukan negara ini atau menjatuhkan
negara ini. Apalagi, pemerintahan saat ini terjadi perpecahan antara Koalisi A
dan Koalisi B. Yah, dari pada membicarakan tentang pemerintahan saat ini yang
tidak ada habisnya lebih baik kita mulai tahun ini dengan mengatakan SPIRIT!!!
Okey,
aku akan memperkenalkan diri, namaku adalah Newton. Aku diberikan nama Newton
agar kelak mampu menjadi seorang ilmuwan seperti, Isaac Newton. Aku saat ini
berada dikelas 2 SMA disalah satu SMA terbaik diJakarta. Aku memiliki dua
sahabat sejati, Devin dan Rendy. Kami selalu berangkat kesekolah bersama, makan
bersama, belajar bersama, yaa semuanya bersama deh bahkan orang tua kami
berteman.. Pagi ini mereka berdua menginap dirumahku karena, memang hari ini
adalah hari libur. Seusai sarapan, kami menonton tv bareng dan melihat kartun
kesukaan kami. Namun, tiba – tiba kartun kami dipotong karena, ada headline
news yang memberitakan bahwa, telah terjadi hal yang menggemparkan yaitu,
Monumen Nasional atau yng lebih dikenal dengan nama Monas diledakkan dan
beberapa jalan utama ibukota diblokir oleh para teroris dan robot – robot.
Sontak, kami terkejut dan saling menatap wajah satu sama lainnya.
“Waduh kacau banget nih”, sahut Devin.
“Iya kacau banget ini, eh telpon ortu kita dulu lah kan mereka lagi pergi”, jawab Rendy. Saat kami lagi sibuk – sibuknya telpon ortu masing – masing ternyata sinyal telpon hilang dimana – mana. Dan kami lanjut melihat tv.
“Waduh kacau banget nih”, sahut Devin.
“Iya kacau banget ini, eh telpon ortu kita dulu lah kan mereka lagi pergi”, jawab Rendy. Saat kami lagi sibuk – sibuknya telpon ortu masing – masing ternyata sinyal telpon hilang dimana – mana. Dan kami lanjut melihat tv.
Banyak,
media yang memberitakan bahwa mereka ingin mengambil alih ibukota dan
menghabisi orang – orang yang tidak menyukai propaganda mereka. Aku langsung
mencari orang tuaku dan adikku yang sedang pergi kekota bersama keluarga kedua
sahabatku. Kami
langsung menaiki mobilku yang ada digarasi dan langsung pergi. Didalam
perjalanan kami langsung menyalakan radio dan untuk mendengar kabar terbaru.
“Wah gawat begini terus”, sahut Rendy
“Coba telpon lagi cepet manatau
dapat sinyal lagi”, jawab Aku yang saat ini lagi membawa mobil.
“Ia ia ini lagi dicoba tapi
gabisa – bisa, sumpah bisa gila gue kalau gini terus”, sahut Devin.
“Selaw.. selaw.. It’s gonna be
alright sob”, jawab Aku
Tiba
– tiba, saat kami dijalan mobil kami dihentikan oleh seseorang dan orang itu
menodongkan pistolnya ke arahku.
“Keluar kalian dari mobil itu”,
sahut orang itu.
Kami langsung keluar dan
mengangkat tangan kami dan orang itu langsung menaiki mobil itu dan pergi.
“Akhh, apa yang akan kita
lakukan, mobil diambil perjalanan masih jauh”, lanjutKu
“Yaudah dari pada diem aja kita
lanjut aja jalan dulu semoga aja ada pertolong disana”, jawab Devin.
“Gue ganyangka kota kita jadi
separah ini, eh kita kesana yuk”; lanjut Rendy sambil menunjukkan jarinya
kerumah yang pintunya terbuka lebar itu.
Kami kesana dan melihat darah
dimana –mana dan aku melihat sesosok perempuan yang pingsan dan aku langsung
mendatanginya, dua sahabatku melihat tv dan saat melihat tv kami terkejut
bahwa, Istana Presiden telah diduduki dan dijaga robot – robot. Diatas Istana
para teroris mengawasi dari atas.
“Udah percuma!! Apapun yang kita
lakukan bakalan percuma lihat aja tv”, sahut Rendy.
“Jangan nyerah gitu ajar ren,
keluarga kita diluar sana kita harus menyelamatkan mereka”, jawab Devin
(keadaan hening seketika dan tiba – tiba seorang wanita memgang stick golf
muncul)
“Siapa kalian?!”, sahutnya.
“Tenang – tenang kami orang
baik”, jawabKu.
Akhirnya,
semua terselesaikan dan kami akhirnya tau siapa mereka. Yang pingsan adalah
Clara dan yang memegang stick golf adalah Cindy, mereka kakak – beradik. Mereka
cerita bahwa sebenarnya, mereka adalah anak dari Pasukan Elite Indonesia
bernama IDO.
“Hah?? Apaan tuh IDO?”, lanjutKu.
“IDO adalah Indonesia Death
Operation”, jawab Clara.
“Baru tau gue ternyata negara
kita punya yang begituan juga”, jawab Devin.
“Yah aku begitulah”, jawab Cindy
Waktu terus belalu dan
menunjukkan pukul 8 malam. Mereka terus bercerita panjang lebar kepada kami dan
kami akhirnya tau bahwa para teroris itu mengincar “Cay Code”.
Cay Code adalah sebuah kode untuk
membuka harta terpendam milik Indonesia yang disimpan sejak era Presiden
Pertama negara ini.
“Jadi cerita tentang harta yang
tersimpan itu benar adanya??”, sahut Rendy
“Akupun baru tau saat ayahku
bercerita tentang Cay Code itu, dan ayah dan keluarga ku mati karena mereka
kerumah kami untuk mencari Cay code itu”, jawab Clara sambil mengelap air
matanya.
“Lah kok ayahmu yang diincar??”,
jawabKu.
“Yang memegang Cay Code hanya
Pemimpin IDO, Panglima TNI dan Presiden Indonesia, ayah kami adalah Pemimpin
IDO makanya kami diserang”, jawab Cindy.
“Astaga udah kayak difilm – film
aja ini, yaudah kita ke Panglima TNI aja sekarang”,sahut Devin.
Kami
langsung menaiki mobil dan pergi kesana dengan keadaan lampu mobil yang mati
dan kami melihat sekitar lingkungan kota dimana – mana darah dan mayat tersebar
juga gedung – gedung hancur. Aku langsung kepikiran tentang keluarga ku.
Akhirnya, kami sampai disana dan memberitahukan semua agar bisa ketemu Jenderal
Mahyadi. Akhirnya, kami boleh bertemu Jenderal dan langsung kami ceritakan
semua ke Jenderal Mahyadi. Jenderal Mahyadi yang sudah tau keadaannya langsung
menyuruh kami masuk keruangan bawah tanah khusus dimana ruangan khusus itu
isinya rakyat – rakyat yang selamat dari serangan mematikan itu dan kami
berhasil menemui keluarga kami dengan keadaan sehat. Tiba –tiba, muncul suara
entah dari mana mengatakan “BERIKAN CAY CODE ITU ATAU MATILAH PEMIMPIN KALIAN”,
muncul terus – menerus suara itu. Kami semua yang ada disana berpegangan tangan
dan saling berdoa karena, keadaan benar
– benar mencekam.
Akhirnya,
mau tidak mau para Panglima TNI, Pasukan IDO dan semua rakyat bersatu untuk
menyerang Istana yang diambil alih oleh Teroris itu. Kami langsung menyiapkan
rencana, pertama kami harus mencari yang ahli IT atau Hacker itu mematikan para
robot – robot itu dan setelah itu langsung melakukan serangan rahasia milik TNI
dan IDO. Selang waktu akhirnya jam 1 pagi. Serangan dilakukan, semua berhasil
dan akhirnya kami berhasil menyelamatkan Presiden dan Kami MENANG!!!








0 komentar:
Posting Komentar