WELCOME !!

Terima Kasih telah membuka situs blog ini. Selamat Membaca Guys!!.

WORDS

Mulailah harimu dengan motivasi dari kata - kata yang bermakna.

SOCIAL

Kita harus mampu berkomunikasi dengan satu sama lain, walaupun memiliki budaya, umur ataupun sudut pandang yang berbeda.

TEAM WORK

Ciptakan suatu team terbaik dimana mampu menerima pendapat satu sama lain.

PRESENT

Tunjukkan hasil terbaik yang telah kita capai.

Sabtu, 10 Januari 2015

CAY CODE





            Pagi ini adalah pagi yang indah menurutku, dimana Indonesia memasuki awal baru yaitu tahun 2015. Di tahun 2015 ini banyak orang membuat resolusi yang pastinya berbau hal – hal yang positif. Tentu yang menjadi sorotan semua masyarakat di Indonesia adalah pemerintahan saat ini yang baru saja menyelesaikan Pemilu dan telah terjadinya pergantian tahta Pimpinan Negara tercinta ini. Dan yang menjadi pertanyaan para masyarakat adalah apa resolusi yang akan dibuat pemerintahan terbaru ini? Apakah resolusinya akan memajukan negara ini atau menjatuhkan negara ini. Apalagi, pemerintahan saat ini terjadi perpecahan antara Koalisi A dan Koalisi B. Yah, dari pada membicarakan tentang pemerintahan saat ini yang tidak ada habisnya lebih baik kita mulai tahun ini dengan mengatakan SPIRIT!!!

            Okey, aku akan memperkenalkan diri, namaku adalah Newton. Aku diberikan nama Newton agar kelak mampu menjadi seorang ilmuwan seperti, Isaac Newton. Aku saat ini berada dikelas 2 SMA disalah satu SMA terbaik diJakarta. Aku memiliki dua sahabat sejati, Devin dan Rendy. Kami selalu berangkat kesekolah bersama, makan bersama, belajar bersama, yaa semuanya bersama deh bahkan orang tua kami berteman.. Pagi ini mereka berdua menginap dirumahku karena, memang hari ini adalah hari libur. Seusai sarapan, kami menonton tv bareng dan melihat kartun kesukaan kami. Namun, tiba – tiba kartun kami dipotong karena, ada headline news yang memberitakan bahwa, telah terjadi hal yang menggemparkan yaitu, Monumen Nasional atau yng lebih dikenal dengan nama Monas diledakkan dan beberapa jalan utama ibukota diblokir oleh para teroris dan robot – robot. Sontak, kami terkejut dan saling menatap wajah satu sama lainnya.
“Waduh kacau banget nih”, sahut Devin.
“Iya kacau banget ini, eh telpon ortu kita dulu lah kan mereka lagi pergi”, jawab Rendy. Saat kami lagi sibuk – sibuknya telpon ortu masing – masing ternyata sinyal telpon hilang dimana – mana. Dan kami lanjut melihat tv.

            Banyak, media yang memberitakan bahwa mereka ingin mengambil alih ibukota dan menghabisi orang – orang yang tidak menyukai propaganda mereka. Aku langsung mencari orang tuaku dan adikku yang sedang pergi kekota bersama keluarga kedua sahabatku. Kami langsung menaiki mobilku yang ada digarasi dan langsung pergi. Didalam perjalanan kami langsung menyalakan radio dan untuk mendengar kabar terbaru.
“Wah gawat begini terus”, sahut Rendy
“Coba telpon lagi cepet manatau dapat sinyal lagi”, jawab Aku yang saat ini lagi membawa mobil.
“Ia ia ini lagi dicoba tapi gabisa – bisa, sumpah bisa gila gue kalau gini terus”, sahut Devin.
“Selaw.. selaw.. It’s gonna be alright sob”, jawab Aku

            Tiba – tiba, saat kami dijalan mobil kami dihentikan oleh seseorang dan orang itu menodongkan pistolnya ke arahku.
“Keluar kalian dari mobil itu”, sahut orang itu.
Kami langsung keluar dan mengangkat tangan kami dan orang itu langsung menaiki mobil itu dan pergi.
“Akhh, apa yang akan kita lakukan, mobil diambil perjalanan masih jauh”, lanjutKu
“Yaudah dari pada diem aja kita lanjut aja jalan dulu semoga aja ada pertolong disana”, jawab Devin.
“Gue ganyangka kota kita jadi separah ini, eh kita kesana yuk”; lanjut Rendy sambil menunjukkan jarinya kerumah yang pintunya terbuka lebar itu.
Kami kesana dan melihat darah dimana –mana dan aku melihat sesosok perempuan yang pingsan dan aku langsung mendatanginya, dua sahabatku melihat tv dan saat melihat tv kami terkejut bahwa, Istana Presiden telah diduduki dan dijaga robot – robot. Diatas Istana para teroris mengawasi dari atas.
“Udah percuma!! Apapun yang kita lakukan bakalan percuma lihat aja tv”, sahut Rendy.
“Jangan nyerah gitu ajar ren, keluarga kita diluar sana kita harus menyelamatkan mereka”, jawab Devin (keadaan hening seketika dan tiba – tiba seorang wanita memgang stick golf muncul)
“Siapa kalian?!”, sahutnya.
“Tenang – tenang kami orang baik”, jawabKu.

            Akhirnya, semua terselesaikan dan kami akhirnya tau siapa mereka. Yang pingsan adalah Clara dan yang memegang stick golf adalah Cindy, mereka kakak – beradik. Mereka cerita bahwa sebenarnya, mereka adalah anak dari Pasukan Elite Indonesia bernama IDO.
“Hah?? Apaan tuh IDO?”, lanjutKu.
“IDO adalah Indonesia Death Operation”, jawab Clara.
“Baru tau gue ternyata negara kita punya yang begituan juga”, jawab Devin.
“Yah aku begitulah”, jawab Cindy
Waktu terus belalu dan menunjukkan pukul 8 malam. Mereka terus bercerita panjang lebar kepada kami dan kami akhirnya tau bahwa para teroris itu mengincar “Cay Code”.
Cay Code adalah sebuah kode untuk membuka harta terpendam milik Indonesia yang disimpan sejak era Presiden Pertama negara ini.
“Jadi cerita tentang harta yang tersimpan itu benar adanya??”, sahut Rendy
“Akupun baru tau saat ayahku bercerita tentang Cay Code itu, dan ayah dan keluarga ku mati karena mereka kerumah kami untuk mencari Cay code itu”, jawab Clara sambil mengelap air matanya.
“Lah kok ayahmu yang diincar??”, jawabKu.
“Yang memegang Cay Code hanya Pemimpin IDO, Panglima TNI dan Presiden Indonesia, ayah kami adalah Pemimpin IDO makanya kami diserang”, jawab Cindy.
“Astaga udah kayak difilm – film aja ini, yaudah kita ke Panglima TNI aja sekarang”,sahut Devin.

            Kami langsung menaiki mobil dan pergi kesana dengan keadaan lampu mobil yang mati dan kami melihat sekitar lingkungan kota dimana – mana darah dan mayat tersebar juga gedung – gedung hancur. Aku langsung kepikiran tentang keluarga ku. Akhirnya, kami sampai disana dan memberitahukan semua agar bisa ketemu Jenderal Mahyadi. Akhirnya, kami boleh bertemu Jenderal dan langsung kami ceritakan semua ke Jenderal Mahyadi. Jenderal Mahyadi yang sudah tau keadaannya langsung menyuruh kami masuk keruangan bawah tanah khusus dimana ruangan khusus itu isinya rakyat – rakyat yang selamat dari serangan mematikan itu dan kami berhasil menemui keluarga kami dengan keadaan sehat. Tiba –tiba, muncul suara entah dari mana mengatakan “BERIKAN CAY CODE ITU ATAU MATILAH PEMIMPIN KALIAN”, muncul terus – menerus suara itu. Kami semua yang ada disana berpegangan tangan dan saling  berdoa karena, keadaan benar – benar mencekam.

            Akhirnya, mau tidak mau para Panglima TNI, Pasukan IDO dan semua rakyat bersatu untuk menyerang Istana yang diambil alih oleh Teroris itu. Kami langsung menyiapkan rencana, pertama kami harus mencari yang ahli IT atau Hacker itu mematikan para robot – robot itu dan setelah itu langsung melakukan serangan rahasia milik TNI dan IDO. Selang waktu akhirnya jam 1 pagi. Serangan dilakukan, semua berhasil dan akhirnya kami berhasil menyelamatkan Presiden dan Kami MENANG!!!